Terkadang kita memerlukan sebuah pemikiran yang menjurus ke masa lalu kita. kembali untuk menghidupkan imajinas kita yang lelah. Kenapa setiap orang yang memiliki prestasi pasti merasa kesepian, apalagi prestasi tersebut sangat jarang dimiliki oleh kebanyakan orang di lingkungannya. banyak orang berfikir orang yang memiliki orestasi itu sombong, aku juga sempat berfikir seperti itu dimasa laluku tetapi setelah aku mengalaminya sendiri aku berangsur angsur mengubah pola berfikir ku dengan mulai memahami perasaan mereka karena aku sendiri telah mengalaminya.
Kami hanya perlu perhatian dari dunia luar, kami memang perlu pujian atas prestasi kami. Tapi, sebenarnya itu hanya selingan. Yang kami perlukan sebenarnya hanyalah hubungan tulus antar manusia. Ketika menjadi seorang yang berprestasi sebagian orang yang mengalaminya merasa bahwa mereka tidak lagi menjadi orang normal apalagi kalau itu terjadi di masa anak-anak menuju remaja dan remaja menuju ke dewasa.
Itu merupakan suatu tekana untuk kami, karena berkurangnya waktu bersama keluarga, waktu bermain, bersenang-senang, Seluruh waktu dihabiskan untuk belajar, menyibukkan diri dengan mencari pekerjaan yang cocok dengan diri sendiri tanpa memperdulikan orang disekitar. Kami tidak mungkin membawa orang kedalam aktivitas kami, karena kami tahu kalau mereka tidak akan cocok dengan apa yang kami kerjakan kecuali mereka berada satu bidang dengan kami.
Tidak heran mengapa orang-orang seperti kami jarang yang memiliki teman dekat yang awet, karena sejujurnya kami sama sekali sulit untuk membuat perasaan kami menjadi peka terhadap orang disekitar kami bahkan terkadang keluarga sekalipun. Otak kami dipenuhi dengan berbagai macam jadwal yang tak tersusun untuk hari hari kami selanjutnya.
Kami hanya minta dipahami, bukan didekati. Kami tidak pernah mempermasalahkan seberapa dekat anda, kalian dengan kami. Tapi kami akan sangat merasa tersingkir ketika anda, kalian dekat dengan kami tanpa memahami dunia kami.
0 komentar:
Posting Komentar